[Event+Lifestyle]: Pentingnya Informasi HIV sbg Pencegahan pada Perempuan & Anak


Pentingnya+Informasi+HIV+sbg+Pencegahan+pada+Perempuan+Anak
Perempuan Blogger Gathering

Penting!
Yesss, sangat amat penting untuk tahu informasi tentang HIV/AIDS, bukan karena kita tidak "jajan" atau menggunakan alat suntik, maka kita merasa aman dan tidak perlu untuk tahu. Bule juga berfikir demikian, selama kita tidak melakukan yang "aneh" niscahya Bule tidak akan kena tapi saat Bule ikut duduk bersama dengan para Blogger Perempuan ( Kumpulan Emak Blogger dan Warung Blogger), Bule menghadapi ketakutan karena ketidaktahuan Bule selama ini, kok bisa? apa yang tidak mungkin di dunia, bisa terjadi kan...?

Kembali berkumpul di Hongkong Cafe,

Pentingnya+Informasi+HIV+sbg+Pencegahan+pada+Perempuan+Anak
Hongkong Cafe

Tidak sulit menemukan tempat ini karena ini kali kedua bermain ke Cafe tepat dibelakang Sarinah. Acara itu dimulai pada siang hari, apa yang membuat Bule mendatangi acara itu sih gak muluk-muluk yah, karena di ajak oleh kawan blogger yaitu Elnie, karena Bule pikir kosong juga untuk hari Jumat, 26 February itu, juga mau tahu apa sudah ada pengobatan untuk HIV/AIDS itu, sungguh simple minded yah Bule ini (~ ̄▽ ̄)~.

Namun pulang dari acara ini, menjadi suatu "kewajiban" bagi Bule untuk membagikan informasi penting ini, tidak usah malu dan jangan sampe berfikir "merasa tidak perlu tahu", karena pengetahuan/Informasi yang benar akan menyelamatkan sesama kita, khususnya perempuan.


Realita sebenarnya yang terjadi . .

HIV+AIDS+di+Indonesia
Presentasi oleh Ibu Fonny

Presentasi pertama bertajuk "HIV & AIDS di Indonesia Realita Serta Tantangan Ke Depan" di bawa oleh Ibu Dr. Fonny J. Silfanus, M.Kes - Deputi Sekretaris Bidang Koordinasi Program, KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Nasional.

Dalam kata pembukanya sebelum masuk presentasi, Ibu Fonny men-encourage kita, "Blogger Perempuan juga berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan informasi terkait HIV/AIDS, yaitu Informasi yang benar" Ujarnya. 

Lanjutnya Bule baru memahami apa perbedaan HIV dan AIDS, ternyata walaupun di gabung penulisan nya seperti umumnya kita baca, namun keduanya memiliki arti yang sangat berbeda, jadi HIV (Human Immunodeficiency Virus), adalah Virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia, sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), orang yang sudah positif HIV di ikuti oleh penyakit-penyakit lain nya karena turun nya sistem kekebalan tubuh. Nah orang yang terkena HIV itu jika tidak tepat penanganannya/tidak di obati (HIV sudah ada obatnya) maka akan berkembang perjalananya menjadi AIDS (biasanya ditandai adanya infeksi sekunder, diare, batuk-batuk terus-menerus dsb). Simple nya AIDS jauh lebih berat sakitnya.


Kasus HIV meningkat tapi AIDS mendatar?


HIV+AIDS+di+Indonesia
Laporan perkembangan epidemi HIV sd Sep 2015

Secara kumulatif kasus HIV & AIDS tahun 1987 s/d September 2015 sebesar
184.929  kasus HIV & 68.197 kasus AIDS
Presentase kumulatif  kasus AIDS 32 % terjadi pada kelompok usia 20 – 29 tahun
Presentase kumulatif  kasus AIDS 29.4% terjadi pada kelompok usia 30-39 tahun
(Kemenkes RI, September 2015)

Presentase AIDS pada laki-laki 54% dan perempuan 31%
Kasus AIDS paling banyak terjadi pada Ibu Rumah Tangga (9096), karyawan (8287)
Jumlah AIDS terbanyak dilaporkan dari Jatim, Papua, DKI Jakarta, Bali , Jateng, Jabar
Faktor resiko terbanyak heteroseksual (64.5%), Penasun (12.4%) homoseksual (2.7%)


Rupanya berdasarkan laporan, terjadi peningkatan tajam untuk kasus terinfeksi HIV, keberhasilan penemuan kasus HIV di berbagai kelompok populasi kunci yang tersembunyi di 34 provinsi, 381 kab/kota. Fenomena gunung es HIV, yang terungkap baru 6% pada tahun 2006, kemudian meningkat menjadi 33% di tahun 2014. Namun hal postif yang dapat kita tarik adalah bahwa para pengidap HIV ini sudah tidak takut "Status" nya diketahui orang, dengan begini akan lebih mempermudah pengobatan.

Mirisnya ini banyak dialami oleh IRT, Ibu Rumah Tangga kenapa bisa terjadi pada ibu-ibu yang notabene ada dirumah hampir setiap harinya dan disibukan dengan pekerjaan rumahan?.

Rupanya, ditelisik lebih lanjut, IRT ini mendapatkannya melalui hubungan seks dengan suami yang ternyata si suami sudah tertular oleh pengidap HIV saat "jajan" diluar, menyedihkan yah?. Lalu IRT ini juga dapat menularkan penyakit HIV dengan bayi yang dikandung nya, maka dari itu Bule baru paham kenapa di TV muncul iklan yang mengajak masyarakat khususnya ibu mengandung untuk memeriksakan kandungan nya apakah terkena HIV atau tidak, bukan maksud mencurigai pasangan sih (ya walaupun tidak menghindari akan ada perasaan tersinggung yah), namun jika dari awal kita tahu, maka bayi dalam kandungan si ibu bisa diselamatkan karena sudah adanya obat.

Perempuan lainnya yang perlu di edukasi masalah pencegahan HIV/AIDS ini agar tidak terus menjalar yah tak lain yak PSK (pekerja Seks Komersial), para PSK ini belum tentu memiliki informasi seks yang aman, dimana PSK kadang mengiyakan pelanggan (pria hidung belang) untuk berhubungan seks tanpa kondom, sehingga bisa saja si PSK ini yang tertular dan menularkan ke pelanggan lain. Inilah yang perlu mendapat perhatian juga.

Dengan informasi yang benar tentu orang akan jadi lebih aware lagi dan menghapus pemikiran negatif/Diskrimasi tentang orang yang terkena HIV itu adalah berbahaya dan jangan di dekati padahal penularan HIV itu melalui hal khusus seperti berhubungan seks bukan karena menggunakan piring/gelas yang sama dengan penderitanya. Juga dengan pemikiran negatif seperti inilah membuat pengidapnya menjadi takut, malu, terisolir dan akhirnya tidak mencari tahu bagaimana menanggulangi penyakit nya, padahal sudah ada obat untuk penyakit HIV ini asalkan di minum secara teratur dan terus-menerus sebagaimana penyakit diabetes, sehingga dia akan tetap sehat (tidak berlanjut ke AIDS).


Diagram Penularan HIV

Penularan+HIV
Penularan HIV

Kalian bisa lihat diagram yang menunjukan bagaimana penularan HIV ini bisa sampai ke IRT, angka 75.000 diatas adalah penularan tanpa seks oleh penasun, penasun ialah pengguna Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat adiktif lainnnya melalui suntikan, jadi penularan HIV karena pengguna jarum suntik yang sama. Lalu ada juga 1.1 juta LSL (Laki-Laki Seks dengan Laki-Laki alias homoseks) yang juga memiliki istri di rumah, sehingga menularkan juga ke pasangan.


Hasil Selama Program yang dilakukan

Trend Jumlah infeksi baru orang dewasa dengan program saat ini
Trend Jumlah infeksi baru orang dewasa dengan program saat ini

Analisis terhadap proyeksi epidemi HIV di Indonesia menurut populasi kunci menunjukkan bahwa, epidemi HIV pada Penasun telah menurun. Epidemi HIV pada WPS dan Pelanggannya telah pula mendatar. Namun epidemi HIV di kalangan LSL masih akan terus meningkat. Karakteristik epidemi seperti ini dengan jumlah investasi dan tingkat upaya seperti yang sekarang, maka ke depan epidemi HIV yang saat ini sudah tertahan belum dapat diturunkan malahan secara perlahan dapat meningkat lagi.

Tantangan 5 tahun ke depan:
Perlu menurunkan epidemi HIV dengan cepat dalam kurun 2015-2019. Perlu inovasi untuk epidemi di kelompok LSL dan klien WPS. Pencegahan HIV pada Penasun dan WPS tetap diintensifkan agar epidemi di kelompok ini terkendali (sampai prevalensi HIV di bawah 5%).

Feminisasi epidemi HIV di Indonesia, 2009
Feminisasi epidemi HIV di Indonesia, 2009


Bicara geografis, maka coba arahkan pandangan kalian pada area Papua, yang hampir 50:50 untuk laki-laki dengan perempuan, padahal di daerah lain untuk persentase perempuan tidak sampe 50%.

Pencegahan+penanggulangan+HIV+AIDS+di+Indonesia
Pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia

Laju epidemi HIV di Indonesia telah tertahan, terutama dengan intensifikasi program sejak 2006. Epidemi tertahan HIV disebabkan oleh adanya perubahan perilaku berisiko di kalangan populasi kunci. Penggunaan kondom sudah meningkat di kalangan populasi kunci, begitu pula perilaku berbagi alat suntik telah menurun di kalangan Penasun.

Berfungsinya berbagai komponen sistem pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS yang melibatkan multi-pihak, merupakan landasan yang penting untuk terjadinya perubahan perilaku yang lebih aman di kelompok-kelompok populasi kunci. 


Strategi dan Rencana Aksi Nasional 2015-2019


Berikut SRAN yang dijalankan untuk dapat menekan angka pengidap penyakit HIV dan goal yang diharapkan dengan konsintensi program ini, hal yang mungkin menghambat agar bisa dilakukan secara merata di seluruh daerah adalah kekurangan nya dana, sehingga perlu dilakukan prioritas daerah mana dahulu yang didahulukan. 
Pencegahan+penanggulangan+HIV+AIDS+di+Indonesia
Strategi dan Rencana Aksi Nasional 2015-2019

Realita ditambah tantangan 5 tahun ke depan telah dipakai sebagai pertimbangan penting dalam penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Nasional (SRAN) HIV/AIDS 2015-2019 yang merupakan turunan RPJMN 2015-2019. Dalam SRAN ini telah ditetapkan visi, misi dan strategi yang semua ini menggambarkan juga komitmen Indonesia pada pencapaian SDG, untuk mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030.

Pencegahan+penanggulangan+HIV+AIDS+di+Indonesia
Skenario penurunan epidemi HIV (# infeksi baru)


Lebih lanjut, mendengar mereka yang Survive.


Sharing Session HIV oleh Ayu Oktariani
Sharing Session oleh Ayu Oktariani

Dia adalah ibu rumah tangga, seorang Blogger, bekerja juga di Indonesian AIDS Coalition sebagai Public Campaign Officer, yang bertugas membagikan informasi-informasi seputar HIV/AIDS, dan juga menyediakan service curhat seperti mau bertanya dimanakah tempat untuk melakukan tes HIV dengan ruang yang privat. Dan dia adalah pengidap HIV Positif yang bertahan selama 7 tahun hidup sejak di nyatakan tahun 2009 lalu, dia bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan tubuh nya dan mulai mencari informasi guna untuk melawan penyakit yang tidak pernah terpikirkan menjangkit tubuhnya, itulah kenapa Mba Ayu menegaskan:

  • Mengapa Informasi sangat penting sebagai alat Pencegahan?
  • Mengapa penting membangun Komunikasi dengan Pasangan/Keluarga?
  • Mengapa penting untuk memeriksa HIV dan pengobatan nya
  • Mengapa Blogger penting dalam perubahan ini ?

Apa yang terjadi pada dirinya persis yang tadi di bahas di awal, bahwa Ibu Rumah Tangga memiliki angka terrtinggi dan Mba Ayu salah satunya, dengan pembawaan yang ceria, Bule tidak melihat aura tekanan ataupun frustasi ada diwajah Ibu satu itu, dibawah alam sadar, saat ia menyatakan kalau ia terjangkit penyakit HIV, Bule shock dan ingin pindah bangku, jujur yah, tapi Bule berusaha untuk berfikir clear bahwa penyakit HIV itu tidak menular kecuali cara tertentu kan, hhmmm...., ini bukti bahwa ke paranoid-an masih menjangkit pada diri kita masing-masing, makanya kita harus membuka pikiran agar informasi yang tepat membawa kita keluar dari stigma yang salah (  ゚,_ゝ゚).

Jadi apa yang terjadi dengan Mba Ayu adalah karena terifeksi dari alm.suami yang dulu, saat remaja adalah pengguna NAPZA suntik yang kurang steril. Lho kenapa terinfeksinya saat remaja tapi sakit nya saat sudah berkeluarga?, HIV sendiri rupanya berjalan memperngaruhi imun setiap orang berbeda-beda (bisa lama bisa cepat), dan sulit untuk melihat gejala fisiknya.

Sedihnya penyakit HIV tersebut sudah menular kepada anaknya, hal ini yang mungkin mejadi penyesalan andaikan dulu mau mencari tahu lebih dalam lagi dan mau lebih tahu lagi, karena sebelum menikah, mba Ayu sudah pernah diperingatkan jika menikah dengan mantan pencandu maka ada beberapa hal yang perlu di khawatirkan, namun sayang-nya tidak ditelusuri lebih lanjut.

Dengan meninggalnya suami, membuat mba Ayu harus mampu hidup untuk anaknya, bagaimanapun dia usahakan untuk dapat melawan penyakit yang ia dan anaknya derita, dimulai lah ia menacari tahu lebih dalam informasi-informasi mengenai HIV/AIDS, sampai sekarang mba Ayu sudah mampu membuktikan meskipun dia terjangkit HIV ia masih bisa hidup dan pentingnya komunikasi dengan keluarga, karena keluarga adalah orang terdekat yang akan menjadi penopang/kekuatan kita. Kita tahulah bagaimana pandangan masyrakat mengenai penyakit ini, pasti kita di cap karena kita "nakal", padahal bukan sama sekali, itulah kenapa pentingnya kita menyalurkan informasi yang tepat, sehingga membuak pikiran.
Mengapa seorang Mba Ayu berani membeberkan "status" nya? Salah satunya motivasi yang besar, dia tahu bahwa ia tidak salah dalam hal dia tidak melakukan hal "jahat" seperti yang di cap oleh orang-orang, dia juga punya anak yang harus dia besarkan, dan dia tahu ini bukan Kiamat Dunia, karena dia tahu dia masih di fase HIV, seandainya dia drop dan stress mungkin dia akan berlanjut ke fase AIDS dan jauh lebih sulit disembuhkan. Sekarang malah mba Ayu sudah menikah kembali dengan pria yang HIV Negatif, dan berencana untuk program memiliki anak.

Lalu pentingnya pemeriksaan sedini mungkin untuk pencegahan dan pengobatan bilamana kita positif HIV. Memang sih kalau dipikir hal yang aneh kalau kita tiba-tiba mau memeriksakan diri karena kan kita gak aneh-aneh, "nggak ngapa-ngapain" atau tidak melakukan hal yang "dosa", hanya saja kan mungkin entah masa lalu pasangan atau apapun itu bisa saja beresiko menularkan, banyak lho komunitas LSM/ Organisasi HIV/AIDS jika kita ingin tahu informasi lainnya seputar HIV/AIDS, kita hanya perlu lebih mencaritahu lagi dan yah gunakan lah internet, berbeda dengan Amerika, negara yang memiliki hari HIV/AIDS nasional sehingga adanya gerakan untuk memeriksakan diri dengan kesadaran sendiri, kalau disini kan masih "tabu" makanya masih malu-malu kucing jikan ingin berkonsultasi, kan?

Toh kalau memang kita merasa tidak melakukan aneh-aneh, tidak perlu merasa takut untuk memeriksakan diri sebelum terlambat. Tertantang?? (づ ̄ ³ ̄)づ

So, ini ajakan yang akward yah, Bule juga merasa demikian, hanya ambil lah hal postif dari tulisan dan curhatan dari survival yang mampu melawan penyakit yang tidak pernah ia pikirkan akan menimpa dirinya. Semoga informasi ini bisa menjadi ilmu baru bagi kita dan bisa kita "tularkan" agar lebih sadar dan mampu mencegahnya.

Panjang yang tulisan Bule, hehehehe~~~
ini masih part 1, karena masih ada session  

"BONGKAR TABU BICARA SEKS | Jurnalisme Empati"


Gathering kali ini sarat informasi penting banget. gimana pendapat kalian guys???
Really want to hear from you :))

See you next post.


Tulisan ini bersifat OPINI, PENDAPAT, PENGALAMAN PRIBADI, Bisa/Tidaknya dijadikan REFERENSI tergantung PENILAIAN INDIVIDU masing-masing, Bijaklah dalam menilai sesuatu. Postingan: "-[Event+Lifestyle]: Pentingnya Informasi HIV sbg Pencegahan pada Perempuan & Anak- " adalah MILIK BULEIPOTAN.COM. Hindari tindakan Plagiarism!. Jika MENGUTIP  TULISAN/GAMBAR MOHON DILAMPIRKAN BULEIPOTAN.COM (´▽`)-c<‾_‾).


2 comments:

  1. Tengkyu informasinya Mbak. Selalu merasa trenyuh kalau yg jd korban adala wanita dan anak2 :(

    keluargahamsa(dot)com

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mba..
      iyah kita bisa gak jadi Korban dengan banyak nya baca Informasi,
      semoga bisa berguna yah mba :))

      Delete

Centang Kolom Notify Me, Kamu akan mengetahui Komen Balasan Bule.
Komen Jangan Spamming dan Taruh Link Jualan.
That's The Rules!